Selamat Datang Blogkami jangan lupa isi buku tamu,tukeran link dan berikan komentar

Pemanenan


Modus Pengangkutan Lewat Sungai
Modus Pengakutan Kayu dari hutan sampai ke konsumen yaitu:
Modus Pengangkuatan kayu lewat darat
mods pengakutan kayu lewat sungai atau air
pengakutan kayu jarak jauh
sistem banjir kap
Rakit di kendalikan dengan galah dan kapal motor (motor tempel)
Rakit untuk kayu terapung (hoater)
Pontng Untuk kayu tenggelam( Siater)
kelebihan cara pengakutan kayu dengan rakit yaitu
1. Murah tidak memerlukan investasi tinggi
2. Volume Kayu Besar
3. Lebih Fleksibel
4. Lokasi industri biasanya di pinggir sungai
5. Sungai merupakan tenaga penggerak alam berupa arus sungai
6. Kayu tropik pada umumnya kayu terapung
7. Pengakutan kayu lewat darat masih terbatas
Kelemahan Pengakutan Kayu dengan rakit yaitu:
1. Berkelok-kelok
2. Merupakan Pengakutan Musiman
3. Musim kemarau dpt menyebabkan keterlambatan kayu dari arus sungai
4. Memerlukan waktu yang relatip lebih lama
Pengakutan kayu dengan ponton banyak digunakan karena
1. Banyak kayu keras untuk industri pengolah kayu
2. Lebih lebih cepat dan kayu yang diangkut relatip lebih bersih
3. Fleksibel untuk mengangkut kayu dalam jumlah besar dan kecil
4. Tidak terlalu menyebabkan sungai menjadi kotor
Kelemahan Pengakutan kayu dengan ponton
1. Biaya pengakutan kayu lebih mahal dibanding dengan rakit
Pengangkutan kayu olahan oleh masyarakat dari hulu ke hilir dengan cara:
1. Dimuat ke mototr tempel
2. Dimuat kedalam tongkang
3. Dimuat ke samping motor tempel
Tahapan pembuatan rakit:
1. Pembuatan Kandang rakit
2. Pelegoan Log
3. Pengikatan kandang rakit
4. Pengikatan rakit
Cara penyusunan kayu menjadi rakit:
a. Kontruksi melintang, untuk sungai lebar dengan arus tenang
b. Kontruksi membujur
1. Sungai sempit banyak belokan
2. Berarus Deras
3. Pengangkutan melalui laut.
Bentuk rakit
1. Sejajar melintang
2. Sejajar membjur
3. Sirip Ikan
4. Kandang
Hubungan ukuran panjang (pr) dan lebar (lr) rakit dalam meter PR=5,24 lr
Hubungan Kedalaman minimal air sungai K dengan diameter log terbesar d K=1,2d+17,2
Kapal Penarik Rakit
berfungsi sebagai penggerak dan pengemudi rakit
Memilih kapal tarik perlu mempertimbangakan faktor-faktor
1. Daya motor 60-80 Hp
2. Motor kapal tarik
3. Bentuk kapal terndam air bentuk dengan luas dapat mengatasi gelombang
Ukuran rakit di indonesia 800-2.500m3/40X80M;40X180M
Kecepatan rakit 4-14 km/jam
Pengembangan Sarana Prasarana Pengankutan Kayu lewat Sungai
Karakteristik sungai di indonesia
kamin masuk kepedalaman
1. Lebar sungai semakin menyempit
2. Kedalaman air makin dangkal
3. Frekuensi terdapatnya garam semakin tinggi dan turun maka:
a. Dikembangkan Pengakutan kayu dg rakit yg ukuranya disesuaikan dgn keadaan segmen sungai untuk dirakit
b. Diperlukan tempat pengumpulan rakit dan pengembangan rakit
Prasarana yang diperlukan dikembangkan meliputi:
1. Pembuatn pusat-pusat pulkayu ditempat srategis untukmenampung rakit berkapasitas kecil
2. Pemasangan rambu lalu lintas
3. diperlukan pengerukan dan pelebaran sungai
4. Pengatura pemakaian tagboat sebagai penarik rakit
Pengukuran Kayu (Scaling)
Pengukuran kayu maksudnya untuk mengettahuiisi kayu yang tekandung didalamnya dan dilakukan setelah pohon ditebang dan dijadikan sortimen tertentu
Tujuan pengangkutan kayu :
Sebagai dasar bagi perhitungan angka produksi harga kayu dan untung rugiperusahaan
Satuan-satuan pengukuran
1. Sistem Matrik : M3, stafol meter (sm)
2. Sistem Foot : cubik foot (ingris), Board foot (as)
Jenis Volume
a. pada kayu sebenarnya (tonad actual solid vol)
kayu persegi : V=PxLxT
kayu log : V=1/4.3,14d2T (0.7854xDkuadatxT)
Dalam duniaperdagangan- Rumus Brereton:
Satuan Vol(M3) V=1/4x3,14(d/100)kuadart x P
Satuan Vol bdft V=1/4x3,14(d/12)kuadat x P
Satuan sebenarnya kotor (breto true vol)
Satuan sebenarnya bersih ( netto true vol)
b. Volume Perdagangan
max keuntungan sortimen yang dapat di jual
perlu syarat-syarat
1. Jenis tertentu
2. Ukuran tertentu
3. Cacat minimal
4. Volume yg disajikan tidak mengakibatkan baian yang terbuang pd pengolahan
Cara Reduksi
a. Mengurangi ukuran
b. Penambahan panjang do log
c. Pembualatan kebawah padadiameterdan panjang
d. Membentuk reduksi pada tebal isi
e. Pengurangan hanya pada diameter ujung dan diukur pada bagian terkecil
f. Diameter ukuran tanpa kulit
Perdaganga menghendaki volume reduksi dari pada volume sebenarnya