Selamat Datang Blogkami jangan lupa isi buku tamu,tukeran link dan berikan komentar

PROSES KAYU LAPIS

PROSES PEMBUATAN KAYU LAPIS
H U T A N
• Sumber daya alam yang penting di Indonesia
• Manfaat langsung
– Hasil hutan kayu
– Hasil Hutan Bukan Kayu:
• Nabati
• Hewani
• Manfaat tidak langsung
– Keindahan (estetika)
– Udara segar
– Penyerapan CO2
– Perlindungan tata air dan tanah
– Pengatur tata air
K A Y U
• Sekitar 4000 jenis kayu, sebagian besar kayu daun lebar, sebagian kecil kayu daun jarum
• Semua jenis kayu dapat diolah menjadi kayu gergajian
• Tidak semua jenis kayu dapat diolah menjadi kayu lapis
• Untuk kayu lapis biasa, diutamakan BJ 0,40 – 0,60
• Untuk kayu lapis indah diutamakan bercorak indah, jenisnya terbatas, BJ dapat lebih tinggi: 0,40 – 0,60
• Jenis kayu yang sesuai untuk kayu lapis perlu dibina, pengembangan jas di hutan alam dan hutan tanaman
• Industri kayu lapis sampai dengan tahun 1998 lebih dari 100 buah
• Pada tahun 2006 tinggal 54 pabrik, penyebabnya sangat komplek.
PENGERTIAN VENIR/KAYU LAPIS/ VENIR LAMINA
• Venir lembaran kayu tipis hasil pengupasan, penyayatan atau penggergajian tebal 0,1 – 6 mm
• Hasil perekatan beberapa lembar venir secara bersilangan tegak lurus
• Venir lamina (LVL) produk yang diperoleh dengan cara menyusun sejajar serat lembaran venir diikat dengan perekat
• Kayu lapis termasuk panel kayu karena relatif panjang, relatif lebar dan relatif tipis. Produk lainnya venir lamina (LVL), papan partikel, papan serat dan papan mineral
MACAM KAYU LAPIS
• Tingkat pengolahan
• Macam inti
• Bentuk
• Tipe perekat
• Penggunaan
• Sortimen
A. TINGKAT PENGOLAHAN
• Pengolahan primer: dolok dibuat venir, direkat menjadi kayu lapis. dalam hal ini termasuk yang intinya (core) bukan venir
• Pengolahan sekunder: kayu lapis yang sudah jadi diberi lapisan lain agar lebih indah atau lebih tahan lama
DENGAN PELABURAN PEREKAT
• Kayu lapis indah (Fancy Plywood)
• Kayu lapis bermuka kertas (Paper Overlay atau Polyester Plywood)
• Kayu lapis bermuka polivinil klorid (Polyvinyl Chloride Plywood atau PVC Plywood)
TANPA PELABURAN PEREKAT
• Kayu lapis bermuka kertas (Phenolic Film Plywood atau Film Faced Pylwood)
• Kayu lapis bermuka kertas melamin (Melamic Film Plywood)
• Kayu lapis bermuka cat (Printed Plywood)
• Kayu lapis bermuka poliuretan (Polyurethane Plywood)
• Kayu lapis bermuka bahan pewarna (Colour Tone Plywood)
KAYU LAPIS PENGOLAHAN TERTIER
Kayu lapis pengolahan primer atau sekunder diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi (komponen mebel, parket dan lain-lain)
B. MACAM INTI
• Venir
• Kayu gergajian
• Sisa pemotongan kayu lapis
– Disusun berbaring
– Disusun tegak
• Sisa pemotongan papan blok
• Papan partikel (Particleboard Core Plywood)
• Papan serat (Fibreboard Core Plywood)
• Bambu (Bamboo Core Plywood)
C. BENTUK
• Datar
• Lengkung, tergantung pada bentuk lempeng mesin kempa
D. TIPE PEREKAT
• EKSTERIOR
– EKSTERIOR I (PF)
– EKSTERIOR II (MF)

• INTERIOR
– INTERIOR I (UF)
– INTERIOR II (TAPIOKA)
E. PENGGUNAAN
• UMUM: berbagai macam keperluan dalam pemakaiannya tidak memikul beban misalnya plafon, daun pintu, penyekat dll.
• KHUSUS: penggunaan tertentu sehingga diperlukan persyaratan khusus seperti kekuatan dan keawetan, misalnya:
– kayu lapis lantai peti kemas (Container Flooring Plywood)
– kayu lapis cetakan beton (Concreate Plywood)
– kayu lapis kelautan (Marine Plywood)
– kayu lapis struktural (Structural Plywood)
• Dalam hal tertentu dilakukan penyempurnaan sifat kayu lapis
PENYEMPURNAAN SIFAT KAYU LAPIS
• Sifat keawetan (bahan pengawet pada ramuan perekat, pada venir, pada kayu lapis yang sudah jadi)
• Sifat tahan api (pada kayu lapis yang sudah jadi)
SORTIMEN
• Jumlah lapisan: 2 (dupleks), 3 (tripleks) dan lebih dari 3 (multipleks)
• Tebal: 2,5 mm; 3mm; 4mm; 6mm; 9mm; 12mm; 15mm; 18mm; 25mm dll.
• Panjang dan lebar : 244 x 122 cm (8’ x 4’), 213 x 91 cm (7’ x 3’) dll.
BAHAN BAKU
KAYU :
• Berat jenis lebih disukai 0,40 – 0,60 misalnya meranti (Shorea sp.) meranti merah, putih dan kuning, bintangur (Callophyllum sp.), teraling (Heritiera sp.), pulai (Alstonia sp.).
• Berat jenis kurang dari 0,40 dan lebih dari 0,60 dapat juga dibuat kayu lapis, misalnya sengon (Paraserianthes falcataria), keruing (Dipterocarpus sp.)
• Yang yang tidak berminyak lebih disukai.
• Kayu lapis indah kayu yang bercorak indah walaupun ada yang Bj-nya relatif tinggi, misalnya jati (Tectona grandis), sungkai (Paronema canescens), sonokeling (Dalbergia latifolia), nyatoh (Palaquium sp.)
• Bentuk: batang lurus, sesilindris mungkin, cacat minimal, serat lurus, batang bebas cabang.
PEREKAT
• Phenol formaldehida (PF) : tipe eksterior I
• Melamin formaldehida (MF) : tipe eksterior II
• Urea formaldehida (UF) : tipe interior I
• Tapioka : tipe interior II
PEMBUATAN KAYU LAPIS
• Pemilihan dolok: berdasarkan cacat yang sesuai dibuat untuk venir, yang tidak sesuai dibuat kayu gergajian
• Pemotongan dolok: sesuai dengan panjang yang dikehendaki, alatnya gergaji rantai atau gergaji bundar
• Pengulitan dolok: dolok dikuliti secara manual atau mesin
• Pembersihan dolok: permukaan dolok dibersihkan dari kotoran dengan disemprot air atau disikat
• Pemanasan dolok: kayu Bj tinggi atau berminyak dilakukan perebusan di dalam bak, suhu dan lamanya tergantung Bj kayu dan ada tidaknya minyak
• Pengukusan dilakukan di dalam bak (berbaring dan berdiri) di dalam ruangan ditutupi terpal atau plastik.

PEMBUATAN VENIR
• Lembaran kayu yang tipis hasil pengupasan, penyayatan atau penggergajian.
• Yang umum hasil pengupasan dan penyayatan
• Tebal venir 0,1 – 6 mm
MESIN KUPAS
• Dengan cakar
• Tanpa cakar
• Kombinasi cakar, tanpa cakar
• Kayu berputar statis
• Pisau bergerak maju
• Sentris
• Eksentris


PENENTUAN TITIK PUSAT DOLOK
• Secara manual
• Pakai sinar lampu
• Pakai sinar laser
Gambar: Penampang lintang mesin kupas (penekan lancip)


BEBERAPA PERMASALAHAN DALAM PENGUPASAN DAN CARA PEMECAHANNYA
PENGUKURAN SUDUT KUPAS
• Dari garis horisontal sekitar 90 o
• Dari garis vertikal sekitar 20 o
Gambar : Mesin kupas tanpa cakar
Mesnin kupas tanpa cakar digunakan untuk:
• Kayu sisa kupasan
• Dolok hasil pembulatan dari mesin kupas dengan cakar
MESIN SAYAT
• Untuk membuat venir indah/kayu bercorak indah
• Alami
• Buatan
– Venir lamina campuran kayu berbeda warna
– Kayu lamina campuran kayu berbeda warna
• Kayu yang diolah kayu persegian
Mesin Sayat ada empat macam
• Mesin sayat horisontal
• Kayu di atas pisau
• Kayu dibawah pisau
• Kayu bergerak bertahap turun atau naik
• Pisau bergerak statis maju mundur

Gambar penampang lintang mesin sayat vertikal

• Mesin sayat vertikal
• Kayu maju secara bertahap, pisau turun naik
• Manyayat waktu kayu turun
• Manyayat waktu kayu naik
• Masin sayat miring
• Kayu dibawah pisau posisi miring
• Kayu bergerak keaas bertahap
• Pisau maju mundur
• Mesin sayat memanjang
• Pada mesin ini panjang pisau lebih pendek dari panjang kayu
• Panjang kayu tidak terbatas
• Kayu bergerak di atas pisau dalam arah memanjang
• Pisau tidak bergerak
PENGERINGAN VENIR
• Dua macam mesin utama pengering venir tipe ban dan tipe rol
• Kombinasi bagian atas tipe ban bawah tipe rol
• Venir bergerak di dalam ruang yang berhawa panas
• Ada yang bisa diatur kelembabannya sehingga cacat pengeringan minimal
• Pada tipe ban venir tidak perlu dipotong, venir diletakan secara melintang arah panjang mesin
• Pada tipe rol venir dipotong dan venir diletakan secara memanjang arah panjang mesin
• Kada air venir harus sesuai dengan persyaratan perekat perlu pengecekan secara berkala
• Ada mesin pengering yang dilengkapi dengan alat sensor
• Dapat diketahui kalau kadar air venir melebihi maksimum

• Kalau kadar air terlalu tinggi dikeringkan lagi dan kecepatanpergerakan venir dikurangi
• Alat lain yang dapat digunakan untuk mengeringkan venir: dapur pengering (dry kiln) dan mesin kempa panas (untuk venir yang tebal)
• Di pabrik kayu lapis kecil, pengeringan venir dilakukan secara alami, dengan penjemuran
• Pengeringan venir kombinasi pengeringan alami dan buatan
• Pengeringan alami, pengeringan pendahuluan sehingga pengeringan buatan dapat berlangsung lebih cepat

PEMOTONGAN VENIR KERING
• Mesin pemotong venir otomatis dan tidak otomatis (manual)
• Pisau bergerak turun naik secara statis
• Venir bergerak maju
• Pada mesin otomatis ada sensor
PENYAMBUNGAN VENIR
• Mesin penyambung venir atau manual
• Venir yang disambung adalah venir kering yang lebarnya kurang
• Penyambungan dilakukan kearah lebar (umum)
• Ada penyambungan ke arah panjang
• Penyambungan harus rapat dan jangan ada tumpang tindih
• Penyambungan dengan mesin yang venirnya bergerak ke arah lebar (terbanyak)
• Penyambungan dengan mesin yang venirnya bergerak ke arah panjang
PERBAIKAN VENIR
• Umumnya dilakukan secara manual dan sedikit menggunakan mesin
• Venir yang retak dilakukan secara manual menggunakan pita perekat
• Perbaikan rapi
• Penambalan menggunakan venir yang warnanya sesuai
• Cacat terbuka pada venir dirapikan bentuknya kemudian ditutup dengan venir yang sesuai bentuk dan warnanya
PENYIAPAN VENIR
• Venir dipilih, venir luar, venir dalam
• Venir luar dibedakan menjadi venir muka dan venir belakang
• Venir dalam dipisahkan menjadi venir dalam yang panjang (long core) dan yang pendek (cross band atau short core)
PENYIAPAN PEREKAT
• Perekat dan bahan ain ditimbang sesuai dengan komposisi yang dikehendaki
• Bahan diaduk merata dalam mesin pengaduk perekat
• Pengadukan harus merata

PELABURAN PEREKAT
• Umumnya venir dilaburi perekat pada kedua permukaannya (pelaburan ganda)
• Dalam hal tertentu satu permukaan yang dilaburi perekat (pelaburan tunggal)
• Berat labur perlu dilakukan pengecekan secara berkala
• Ada yang menambahkan bahan pewarna pada perekat untuk memudahkan pengecekan
• Venir bergerak diantara dua rol yang berputar
• Pada pelaburan ganda satu lembar venir dimasukkan
• Pada pelaburan tunggal dua lembar venir dimasukkan

PENGEMPAAN DINGIN
• Bahan kayu lapis dimasukkan ke dalam mesin kempadingin dengan tekanan spesifik 10 kg/cm2 sekitar 15 menit
• Susunan bahan kayu lapis yang dikempa harus rapi dan rata-rata penekanannya merata pada seluruh permukaan
• Hasil pengempaan dingin diperiksa, bila ada yang melipat atau tumpang tindih diperbaiki, sisa venir yang menempel dibersihkan

PEGEMPAAN PANAS
• Bahan kayu lapis hasil pengempaan dingin dimasukkan ke dalam mesin kempa panas
• Suhu berkisar 110 – 135 oC tergantung macam perekat yang digunakan
• Tekanan spesifik berkisar 10 – 12 kg/cm2
• Waktu pengempaan tergantung pada macam perekat dan tebal bahan kayu lapis
• Siklus kempa, waktu memasukkan + waktu pengempaan + waktu mengeluarkan
• Suhu, waktu dan tekanan harus sesuai sehingga pengecekannya harus berkala
• Tekanan kerja (terbaca pada manometer) ada hubungannya dengan tekanan spesifik, luas permukaan bahan kayu lapis dan jumlah luas bidang dasar piston mesin kempa

• Hail pengempaan panas diperiksa, bila ada yang lepuh dipisahkan
• Tiap lembar bahan kayu lapis dimasukkan ke dalam tiap celah mesin kempa panas
• Lempeng mesin kempa panas naik ke atas menekan bahan kayu lapis
• Panas yang ada pada tiap lempeng memanasi bahan kayu lapis
• Pemasukan bahan kayu lapis dan pengeluaran kayu lapis dari mesin kempa panas dapat dilakukan secara manual atau otomatis
• Tekanan yang terbaca pada monometer adalah tekanan kerja yang dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Tekanan spesifik x luas bahan yang dikempa
Tekanan kerja:
Jumlah luas bidang dasar piston
• Tekanan ini adalah tekanan yang bekerja pada mesin dan besarnya beberapa ratus kg/cm2
PENGEMPAAN PANAS PEREKAT UF
• Waktu 30 detik/mm tebal, tekanan 10 kg/cm2, suhu 105 – 115 oC
• Perhitungan waktu pengempaan panas berdasarkan waktu pengerasan perekat + waktu perambatan panas
• Waktu pengerasan perekat pada suhu 100 oC = 1,50 menit; 110 oC = 1,00 menit; 120 oC = 0,75 menit
• Waktu perambatan panas dari perlukaan kayu lapis sampai garis rekat terjauh (menit/mm)
PERBAIKAN KAYU LAPIS
• Pendempulan menutupi cacat terbuka
• Sisipan pada bagian tepi kayu lapis yang cacat
• Penyumbatan pada celah bagian tepi kayu lapis yang mengandung celah
PENGAMPELASAN KAYU LAPIS
• Kayu lapis bergerak ke arah panjang melalui rol yang e\mengandung sabuk ampelas
• Sabuk ampelas bisa ada di bagian atas atau di bagian bawah mesin ampelas
• Pengampelasan dilakukan untuk menghaluskan permukaan kayu lapis dengan mesin ampelas
• Pengampelasan pada dua permukaan (muka dan belakang) atau satu permukaan (bagian muka saja)
• Tebal kayu lapis harus sesuai dengan persyaratan perlu diperiksa berkala
• Cacat pengampelasan harus dihindari

PEMILAHAN KAYU LAPIS
• Kayu lapis diuji mutunya secara visual lembar demi lembar berdasarkan adanya cacat alami dan cacat teknis di kelompokkan sesuai dengan mutunya
• Secara acak sebagian dari kayu lapis tersebut diambil untuk diperiksa ukuran, siku, kelurusan tepi, serta diuji di laboratorium, meliputi kadar air, keteguhan rekat dan lain-lain
PEMBUATAN PAPAN BLOK
• Kayu digergaji menjadi papan.
• Papan dikeringkan dalam dapur pengering sehingga mencapai kadar air 12 %. Ada kalanya dikeringkan secara alami dulu.
• Papan diserut pada kedua permukaannya dengan tebal tertentu.
• Papan digergaji menjadi bilah dengan lebar tertentu.
• Bilah dipilih dan digergaji kedua ujungnya agar rata.
• Bilah direkat pada tepinya menjadi bahan inti papan blok (berupa papan sambung). Proses perekatan dengan mesin (umumnya) atau secara manual. Bila memakai mesin, bahan inti papan blok digergaji tepinya secara otomatis menjadi ukuran tertentu.

• Bahan inti papan blok diperiksa dan kalau perlu diperbaiki. Ada kalanya diampelas kedua permukaannya.
• Venir silang dilaburi perekat pada kedua permukaannya (untuk papan blok 5 lapis) atau pada satu permukaannya (untuk papan blok 3 lapis).
• Penyusunan bahan papan blok 5 lapis atau 3 lapis.
• Bahan papan blok dikempa dingin, diperiksa, kalau perlu diperbaiki. Bahan ini dikempa panas, diperiksa, kalau perlu diperbaiki, didempul.
• Papan blok digergaji pada ke empat sisinya, diampelas permukaannya, diperiksa, kalau perlu diperbaiki.
• Papan blok diuji secara visual, dikemas, dan disimpan di gudang.

FAKTOR MESIN
• Mesin gergaji rantai dan mesin gergaji bundar untuk memotong dolok.
– Gigi gergaji hams tajam dan giwaran sesuai agar pemotongan lancar
• Mesin kupas untuk membuat venir
– Pisau harus tajam agar permukaan venir halus
– Sudut pisau di antara 20o – 23o. Untuk mengupas kayu yang lunak
– Ssudut pisaunya lebih kecil daripada untuk kayu yang keras.
– Kedudukan pisau dan penekan harus datar.
– Kedudukan penekan horizontal dengan titik pusat cakar.
– Susunan roda gigi dan persneling sesuai dengan tebal pengupasan.
– Jarak vertikal relatif tetap (0,3-0,5 mm), jarak horisontal sekitar 90 % dari tebal venir. Makin tipis venir dan makin keras kayu (berat jenisnya makin tinggi), makin kecil tekanannya sehingga persentase jarak tersebut makin besar.
– Sudut kupas di antara 20o – 24o disesuaikan dengan tebal venir, yaitu makin tipis venir, sudut kupasnya makin besar dan sebaliknya. Untuk kayu keras sudut kupasnya lebih kecil.

• Mesin pemotong venir basah
– Pisau harus tajam agar hasil pemotongan halus.
– Untuk mesin yang mempunyai sensor lebar pemotongan, diperiksa apakah bekerja dengan baik
• Mesin pengering venir
– Suhu pengeringan harus sesuai.
– Untuk mesin yang mempunyai sensor kadar air, diperiksa apakah sesuai.
– Diperiksa tebal dan kadar air venir basah.
– Dicoba mengeringkan venir tersebut dengan kecepatan tertentu dan diperiksa kadar air venir keringnya, sampai diketahui kecepatan yang sesuai.

• Mesin pemotong venir kering
– Pisau harus tajam agar hasil pemotongan halus
– Untuk mesin yang mempunyai sensor lebar pemotongan, diperiksa apakah bekerja dengan baik
• Mesin penyambung venir
– Pisau harus tajam agar hasil pemotongan halus dan hasil penyambungan rapat.
– Bagian yang berhubungan dengan pita perekat, benang perekat, benang poliester dan perekat padat harus bekerja dengan baik.
– Ditektor tebal harus sesuai dengan standar ( 95% dari tebal venir).
• Mesin pengaduk perekat
– Tangki harus bersih dan kecepatan pengadukan harus sesuai
– Formula perekat harus sesuai dan pencampurannya bertahap (setiap tahap 5 menit)
– Lama pengadukan minimal 15 menit

• Mesin pelabur perekat
– Rol pelabur harus datar dan jarak di antara keduanya harus sesuai dengan tebal venir yang akan dilaburi (minus 0,2 mm dari tebal venir) .
– Kedudukan rol samping terhadap rol pelabur harus datar dan jarak di antara keduanya disesuaikan dengan tebal pelaburan perekat yang berarti disesuaikan dengan berat labur.
– Dicoba melaburkan perekat pada venir dan diperiksa apakah berat labur dan kerataan pelaburan sesuai.
• Mesin kempa dingin
– Tekanan kerja harus sesuai dengan tekanan spesifik.
– Waktu kempa harus sesuai dan secara otomatis menghentikan pengempaan.

• Mesin kempa panas
– Tekanan kerja harus sesuai dengan tekanan spesifik.
– Waktu kempa harus sesuai dan secara otomatis menghentikan pengempaan.
– Suhu kempa harus sesuai baik pada lempeng (plat) mesin kempa maupun pada meja kendali.
– Lempeng mesin kempa harus bersih.
• Mesin pemotong kayu lapis
– Jarak antara gergaji bundar harus sesuai dengan lebar dan panjang kayu lapis yang ditetapkan.
– Gigi gergaji bundar harus tajam dan giwarannya harus sesuai agar pemotongan berjalan lancar, bekas pemotongan halus dan tidak gosong.
– Tinggi gergaji ± 5 mm dari tebal kayu lapis.
– Dicoba memotong kayu lapis dan diperiksa hasilnya apakah sesuai lebar dan panjangnya, siku, lurus, serta bekas pemotongan baik.

• Mesin ampelas
– Keadaan sabuk ampelas masih baik dan kehalusannya sesuai. Sebagai contoh untuk kayu lapis yang tipis dipakai sabuk ampelas. yang lebih halus agar pengurangan tebalnya tidak terlalu banyak.
– Tekanan pengampelasan harus sesuai.
– Dicoba mengampelas kayu lapis dan diperiksa hasilnya apakah sesuai serta keadaan permukaannya apakah baik.
PENGGUNAAN KAYU LAPIS
• Bangunan
– Rangka : penguat sambungan (gelagar, kuda-kuda), balok kotak, blok I
– Dinding : pelapis dinding (dekoratif), penutup dinding (ada faktor kekuatan)
– Langit-langit (plafon)
– Lantai
– Pintu

• Alat Transpor (Mobil, kereta api, perahu dan kapal laut, pesawat)
• Mebel : Lemari, meja, kursi


• Bahan pengiriman : peti teh, kopor, peti kemas
• Barang Industri : Kabinet radio, Kabinet televisi, Kabinet mesin jahit
• Alat musik dan olah raga : Gitar, Piano, Pemukul pimpong
• Barang Kerajinan: Penutup lampu, hiasan dinding, mainan anak

ASPEK PENGOLAHAN

• Kayu diangkut ke pabrik dan dibuat venir secepat mungkin untuk mencegah cacat akibat serangan jamur dan serangan penggerek.
• Pembuatan venir dilakukan dengan baik untuk mencegah cacat teknis berupa permukaan kasar, tebal tipis, cacat pisau dan untuk mengurangi limbah.
• Pemotongan venir dilakukan dengan baik untuk mengurangi limbah.
• Pengeringan venir dilakukan dengan baik untuk mencegah kadar air terlalu rendah (venir rapuh) dan kadar air terlalu tinggi (mencegah delaminasi atau lepuh).
• Penyambungan venir dilakukan dengan baik untuk mencegah sambungan renggang, tumpang tindih, dan untuk mengurangi limbah.

• Pencampuran dan pengadukan perekat serta pelaburan perekat dilakukan dengan baik untuk mencegah celah, mutu perekatan rendah, dan untuk menghemat perekat.
• Pengempaan dingin dilakukan dengan baik untuk mencegah venir melipat dan mutu perekatan rendah.
• Pengempaan panas dilakukan dengan baik untuk mencegah kayu lapis terlalu tipis, cacat kempa, dan mutu perekatan rendah.
• Pemotongan kayu lapis dilakukan dengan baik agar panjang, lebar, siku, dan kelurusan tepi memenuhi syarat.
• Perbaikan kayu lapis dilakukan dengan baik agar hasilnya memenuhi syarat seperti pendempulan, sisipan, celah.
• Pengampelasan dilakukan dengan baik agar tebal memenuhi syarat dan mencegah cacat ampelas.

2 komentar:

  1. Cukup berguna. Lebih baik lagi kalau lebih detail atau dikembangkan lagi materinya. Thanks.

    BalasHapus
  2. Salam Sejahtera
    Pak mau tanya saya ada kebutuhan marine plywood tidak banya kurang lebih cuma 14 lembar dimana bisa beli marine plywwod tersebut secara eceran?
    Terima kasih

    BalasHapus